Rabu, 01 Juli 2015

Chapter #3, Beautiful Rinjani : Day 2 - Duka Lara dan Nikmat Menuju Plawangan Sembalun

Hari ini akan menjadi hari penuh tantangan. Bukit Penyesalan yang sudah ku dengar jauh hari akan menjadi ujian berat untuk kaki ku. Namanya terdengar begitu sangar yak. Yupi, begitulah dia, udah bikin gentar para pendaki duluan. Apakah nantinya akan benar-benar membuat aku menyesal ketika sedang berada diantara 7 Bukit Penyesalan ini ? Mari disimak duka lara dan nikmat yang aku alami ya haha..

Dimulai dengan suasana pagi yang menyenangkan, nge teh biar tubuh lebih panas. Walaupun cerah tapi hawa dingin masih berjaga-jaga. Sarapan pagi ini spaghetti lagi, ehm quick cooking sih tapi kurang sehat juga ya keseringan Spaghetti. Agak kurang kreatif sebenernya Mas Fikri sebagai porter yang pengalaman menyajikan makanan untuk kami selama di gunung. Ya sudah lah ya apa mau dikata, JANGAN CEREWET PAN DI GUNUNG INI !! :)

Soal fisik, faktor umur memang ga bisa dikibuli. 2 teman cowok ku yang masih kepala 2 jalannya cepat banget. Kontras banget dengan aku, Yoan dan Happy yang sudah berkepala 3 *ahh ketauan d udah tuir nya hehe tapi early thirty lho yaaa hehe. Kami bertiga terlihat kepayahan, trek nya memang aduhai menyengsarakan teman..Sungguh-sungguh menguras tenaga. Menanjak terus ga ada ampun. Ditambah lagi mataharinya Indonesia Timur ini baru jam 7an aja udah kayak jam 12an sengatannya, jadi cepet capek. 

Untungnya nih, dikala kepala capek menatap kedepan trus menghadapi tanjakan demi tanjakan eh pas berbalik melirik ke belakang, ahh keren banget pemandangan nya. Padang Savana dari Pos 1 ke Pos 3 yang kami lewati kemarin terlihat indah bagaikan selimut ijo lereng pegunungan. Desa Sembalun yang dipeluk sama bukit-bukit disekitarnya pun memenuhi mata. Sedangkan di depan, ah Puncak Anjani gahar sekali tampangnya sambil memberi semangat bahwa aku semakin dekat. 

Rabu, 31 Desember 2014

Chapter #2, Beautiful Rinjani : Day 1 - Yang Bilang Padang Sembalun Itu Indah, Yess Ga Bohonggg


Hoamm...Selamat Pagi dari Desa Sembalun..Rasa excited berhasil mengalahkan rasa ngantuk pagi ini, tapi tetap aja kami ngaret hehe. Harusnya jam 4 pagi kami sudah mulai jalan, tapi akhirnya ngaret 1 jam. Kami berlima sudah dengan perlengkapan siap perang. Gaiter sudah terpasang rapi di kaki untuk menghalang pasir masuk ke sepatu atau binatang kecil yang bisa menyusup ke celana. Headlamp pun siap di kepala. 

Udara pagi begitu segar, hawa dingin masih menyergap tubuh. Kami mulai menyusuri melewati perkarangan penduduk dan perkebunan mereka. Tanah pun masih basah petanda tanah masih dilingkupi embun pagi. Sebentar saja kami sudah masuk area Padang. Di tengah kegelapan, langkah kaki harus benar-benar diperhatikan. Awas soalnya banyak ranjau kotoran kerbau :) Karena masih dekat dengan rumah penduduk, Padang ini adalah tempat bermain dan makan para kerbo. 

2 teman porter sudah jauh di depan, tinggal Mas Fikri yang sabar mengimbangi langkah imut kaki kami yang masih mencoba mencari ritme. Walaupun napas terengah-engah tapi karena udara fresh banget, jadi ga terlalu berat, recovery pun cepat. Mas Fikri menunjuk ke sebuah dataran tinggi, di paling atas nya terlihat kelap kelip sinar terang seperti cahaya bintang. Ternyata sudah Gunung Rinjani, dan cahaya-cahaya itu adalah sinar senter para pendaki yang sedang summit attack. Woww…Aku semakin termotivasi. Aku berharap besok malam aku pun ada di salah satu pendaki di atas sana.  

Minggu, 26 Oktober 2014

Chapter #1, Beautiful Rinjani Trip : Awal Sebuah Perjalanan



Apakah mimpi mu sama dengan mimpiku ? Mungkin banyak yang tidak sama tapi mungkin ada beberapa yang sama. Bersyukurlah kalau kamu punya mimpi yang sama dengan ku. Sure..Tempat itu sungguh indah, menampilkan keindahan beragam yang menemani langkah berat kaki dan napasmu, tidak membiarkan hanya keluhan capek mu yang keluar tapi akan seimbang dengan decak kagum dan rasa syukur mu. 

Semakin tinggi semakin indah, dan semakin menggoda untuk ditaklukan. Coba tanya mereka yang sudah pernah mendaki banyak gunung di Indonesia, aku percaya Gunung Rinjani pasti ada di peringkat atas list gunung yang mau didaki dan akhirnya dikagumi. Aku salah satu pengagumnya jauh sebelum aku berhasil berdiri diatas Puncaknya. 

Rasa cinta yang sudah lama tumbuh walaupun belum pernah ketemu langsung ibaratnya hahaaha. 5 tahun yang lalu, tahun 2009 September, hampir saja mendaki Gunung ini, dimana tiket pesawat juga sudah jauh hari dibeli. Jodoh yang tertunda, rencana pendakian dibatalkan karena Gunung Barujari yang adalah anak Gunung Rinjani dan hidup di tengah-tengah Danau Segara Anak meletus dan aktif mengeluarkan lava pijar .  

Entah gimana permulaannya, ide mendaki Rinjani muncul kembali di akhir tahun 2013. Seperti Gayung Bersambut, ide gila ini diterima oleh teman seperjuanganku dalam bertraveling ria terutama urusan ke Gunung hahaha. Ternyata kami masih sama-sama penasaran dengan Rinjani ini, karena dulu waktu batal juga aku bareng dia hohoho. kami mulai mencari pasukan tambahan dan akhirnya total yang ikut dalam ekspedisi ini berlima, 2 cewek tangguh dan 3 cowok perkasa :D

Jumat, 26 September 2014

#4 Bali Beach : Para Pandawa Juga Punya Pantai di Bali :)

Dari Bangli yang posisinya di Bali Utara ini aku berpikir kalau makan siang sekalian di Ubud adalah rangkaian schedule yang tepat. Dan ternyata kesalahan besar dan jadi penyesalan haha. Sebenernya ga salah juga kalau memang tujuannya setelah dari Ubud mainnya masih di sekitar situ juga, misalnya lanjut ke Kintamani, Danau Batur atau turun ke Tanah Lot. Tapi kami  donk yang agak aneh ini malah mau lanjut ke Bali Selatan untuk obok-obok pantai baru disana hehe. 

Dari Bangli ke Ubud itu jauh sekali walaupun kelihatan di peta dekat. Jadi ga ada rute potong yang bisa menghubungkan kedua area ini, malah sebaliknya kita harus memutar jalur menuju kearah Kintamani dan baru turun ke daerah Ubud..What a Perfect Rute !! *nyindir. Ditambah lagi karena budaya dan adat istiadat di daerah rute ini sangat kental akibatnya jalanan sering melambat karena ada kegiatan keagamaan dan rute pun beberapa kali dialihkan x_x.

Alhasil boro-boro bisa lunch di Bebek Bengil Ubud, yang ada cuma bisa ngebayangin bebeknya aja haha. Taunya langsung aja dari Bangli meluncur ke daerah Uluwatu. Well, kami skip Ubud, perut pun udah kasihan banget daritadi cuma dikasih janji surga akan ketemu bebek wakaka :D Akhirnya baru Lunch jam 3an dan untung ketemu Nasi Campur yang enak di sekitar Nusa Dua. Warung dengan label Nasi Ayam Ibu Oki ini sungguh memberi kenikmatan disaat perut lagi genting berat begini hahaha. Nasi Campur nya memang enak dan bisa request pedas atau ga pedas. 

Selasa, 09 September 2014

#3 Bali Ancient Village : Desa Cantik Itu Desa Penglipuran, Bangli

Siapa yang sering nonton FTV di SCTV ayo acung tangan ? Hehe, aku salah satunya juga, dulu pas masih jaman anak kostan. Pulang kerja ga ngapain-ngapain, ya nonton toh. Nah, paling seneng kalau lokasi syuting nya di Bali. Sambil nonton sambil bisa berkangen ria dan nostalgia jejak-jejak yang pernah ditinggalkan. Apalagi kalau pas lokasi nya adalah tempat yang pernah dikunjungi…Haduh, bisa sambil nonton sambil cerita ke sepupu 1 kamar gimana suasana disana, bagaimana perjuangan aku dulu nyampe kesananya. Soalnya, pertama kali ke Bali berdua sama teman kostan, kami bergaya backpacker banget. Demi target jangan sampe melewati budget yang sudah kami patok, kebanyakan transportasi yang kami pake adalah motor haha. 

Pencapaian terbesar dengan motor yang sampai sekarang paling berkesan buatku ketika perjalanan kami dari Kuta ke Danau Batur, yang sudah masuk daerah Kintamani nan jauh di utara Bali sana. Pake mobil aja berasa jauhnya, apalagi naik motor. Tapi seru banget. Bisa berkeliling naik motor ke Bali apalagi ke arah Bali utara melewati Ubud dan sekitarnya memang salah satu impian yang ingin aku lakukan. Karena itu ketika kesampean, perjalanan itu yang paling mengesankan, selain memang panorama di sekitar Danau Batur juga keren. Bahkan dulu kami sampe nyebrang ke desa Trunyan. Ahh..jadi kebawa nostalgia panjang kan hehehe. Sepertinya tar perlu nulis cerita pertama kali ke Bali dalam tulisan terpisah :) Pasti bakal bawel banget haha, pengalaman yang seru dengan banyak tempat yang berhasil didatangi, apalagi dengan total 10 hari ngebolang di Bali dan sampai ke Pulau Lombok juga. 

Ok, kembali ke pertanyaan FTV tadi. Nah, kalau sering nonton FTV yang lokasinya pas di Bali, kadang sering syutingnya di sebuah desa cantik yang rapi, tenang, dan tidak ada kendaraan bermotor satupun yang lewat. Akupun dibuat penasaran dimana desa itu, begitu eksklusif sekali. Ternyata Desa cantik itu bernama Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, masih satu Kabupaten dengan Danau Batur. 

Minggu, 31 Agustus 2014

#2 Bali Beach Club : Akhirnya Kesampean Juga Rock Bar dan Bonusnya W Retreat and Spa

Hari ke 3 Business Trip di Bali, aku dan teman ku memanfaatkan waktu menuju Rock Bar, salah satu Bar yang tentunya terkenal. Nama Rock Bar sudah aku dengar dari tahun 2011, pas di tahun itu aku lagi prewed di Bali *nostalgia haha :p. Cuma karena keterbatasan waktu, jadi ga bisa menyelipkan schedule kesana. Bahkan pas akhir tahun 2011 menyambut New Year Eve aku berkesempatan ke Pulau Dewata lagi tapi tetap saja belum berjodoh ke Rock Bar. 

Rock Bar adalah bagian dari Ayana Resort and Spa, salah satu Luxury Hotel dengan beberapa penghargaan berkelas International. Yang paling anyar, di tahun 2013 menyandang World's Best Hotel dari Travel + Leisure, International Magazine yang base nya di New York. Banyak keistimewaan dari Ayana, mulai dari lokasinya yang berada di ujung Jimbaran Bay yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, menjanjikan view yang berbeda dan istimewa, dengan private beach berlaut biru tosca dan berpasir putih bersih.     

Relakan kocek sebesar $ 450/night atau sekitar 5 juta untuk 1 malam saja *WoW!, Itupun harga kamar yang paling murahh lho. Tapi jangan khawatir, dengan duit segitu bayangkan mewah nya fasilitas Ayana yang akan memanjakan Anda, pastinya akan membuat Anda malas untuk berpergian ke tempat lain. Dengan luas 90 Hektar di Selatan Bali ini, ga hanya menginap di kamar hotel yang bisa dipilih, tapi Ayana juga menyediakan 78 private villa yang tentunya punya private swimming pool juga. Jadi kalau suasana romantis yang dirasakan tidak mau Anda bagikan dengan tamu lain, tinggal di villa-villa yang lokasinya tepat ditepi bukit di depan Samudera Hindia adalah pilihan yang paling tepat dan super romantis :)  

Rabu, 23 Juli 2014

#1 Bali Beach Club : Mencoba Potato Head, Motel Mexicola dan Ku De Ta

Enjoy life at Potato Head, Bali..
Siapa yang sanggup menyangkal kalau Indonesia beruntung punya Bali. Ga jarang juga kita dengar kalau bule-bule di luar negeri sana lebih sering mendengar Bali daripada Indonesia sendiri. Lebih gila nya mereka ga tau kalau Bali itu di Indonesia atau ada yang nyeletuk "Indonesia, Where is Position in Bali ? " Ekstrem memang tapi itulah kenyataannya.

Berasa ga kalau pas nyampe di Bali itu perasaan nya berbeda sekali ? Harum wewangian yang berasal dari sesajen yang diletakkan di berbagai sudut semerbak kuat ditangkap penciuman serta alunan musik nya yang khas memberi kesan "Welcome" yang berbeda. Rasanya tulang ngerti banget bahwa disini tempat untuk bersantai dan liburan walaupun datang ke Bali untuk urusan kerja sekalipun hehehe. 

Sampai saat ini dari pertama kali ke Bali tahun 2009 aku sudah berkesempatan 5x ke Pulau Dewata ini. Bosan ?? Ga Pernah Bosan

Bali selalu punya banyak daya tarik yang rasanya tidak habis untuk di explore. Ada Pantai Baru yang dibuka, ada Cafe baru yang lagi Hits, atau ada resort baru yang punya konsep yang keren. Banyak lah, dan Bali itu sendiri kan luas. So far sudah 5x kesana pun aku belum pernah main ke Lovina, Tulamben ataupun Pura Besakih. Seringnya juga nginap di daerah Kuta, belum pernah merasakan menginap di Ubud yang dipengen udah dari lama tapi belum kesampean. Nah, berarti belum semua sempat di explore, yang berarti juga punya alasan juga untuk liburan ke Bali lagi hahaha. 

Well, kali ini mau share dan cerita tempat-tempat yang sempat aku datangi di sela business trip selama 4 malam di bulan Maret 2014 kemarin. Karena kebanyakan memanfaatkan waktu di malam hari, otomatis Beach Club yang jadi incaran tempat nangkring :) 

Minggu, 13 Juli 2014

Part #2 - Trip Gunung Papandayan, 21-23 Feb 2014 : Tegal Alun, Surga Edelweis nya Papandayan

Pagi yang indah, pegunungan disekitaran Pondok Seladah baru kelihatan bentuknya setelah kemarin disembunyikan kabut tebal. Bahkan bumbungan asap dari Kawah bisa kelihatan dari camp ground termasuk Hutan Matinya. Aktifitas pagi seperti layaknya dirumah, orang-orang mengarah ke sumber air, mencuci muka,  membasuh tangan dan kaki, mengosok gigi, mencuci piring bekas semalam dan mengambil air bersih untuk persiapan masak sarapan pagi ini. 

Disamping sumber air, di tengah rimbunan semak-semak dijadikan spot untuk buang air hoho. Yang repot kalau naik gunung itu memang urusan toilet management. Kurang minum bisa dehidrasi tapi banyak minum bikin repot keseringan pipis. Belum lagi kalau panggilan alam alias pengen pup, ini yang heboh persiapannya haha. 

Kebayang ga indahnya pup di alam bebas dan dikelilingi bunga Edelweis haha. Itu pengalamanku dulu pas lagi di Pos Kalimati, pos terakhir sebelum Mahameru. Cuma karena dekat Kalimati masih terlihat jejak Macan Kumbang, jadi pup nya sambil was-was takut pantat hilang tiba-tiba dicaplok Si Macan wakakakaka. Kalau di gunung, pup di alam bebas tidak bisa dihindari, kadang memang ada 1 atau 2 wc darurat dibuat dekat pos, tapi pasti joroknya bisa dibayangkan d. 

Kamis, 15 Mei 2014

Part #1 - Trip Gunung Papandayan, 21-23 Feb 2014 : Gunung yang Fotogenik, 2.665 mdpl

Gunung dan Laut, dua tempat yang sama-sama memikat dan memukau buat para penikmat pesonanya. Bagi pecinta alam, para petualang dan traveler biasanya punya jagoan masing-masing mana yang lebih mereka senangi, termasuk diriku sendiri. Aku pecinta gunung, belum berani bilang sebagai anak gunung. Kenapa rasa cinta lebih dominan ke Gunung? Ehm, yang jelas aku suka suasana yang meneduhkan, sejuk, tenang dan aku mengaguminya. Pergi ke gunung memang lebih beresiko ketimbang pergi ke pantai/laut. Kalau benar-benar anak gunung, harus punya pengetahuan dan ketrampilan khusus, pandai membaca arah dan peta, sampai harus siap untuk kondisi terburuk jika harus survive di tengah hutan. 

Perlu persiapan fisik yang baik, setidaknya tubuh dibiasakan dulu untuk kerja sedikit lebih keras. Naik gunung kan aktifitas menanjak dan menurun dengan menopang berat tubuh dan berat barang bawaan, jadi memerlukan fisik lebih ekstra fit dan kuat. Persenjataan yang kudu harus dibawa juga lumayan banyak seperti carielsleeping bag, matras, geiter, nesting untuk masak, tenda dan sepatu gunung. Karena agak rempong dan ditambah lebih beresiko, tidak mudah punya teman yang sejiwa dan sama-sama nekat. 

Sampai saat ini gunung yang pernah ku datangi juga masih kebanyakan typical gunung wisata, yang tidak harus begitu serius untuk persiapannya.  Seperti Gunung Krakatau, Gunung Galunggung, Gunung Bromo, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Sikunir di Dieng Wonosobo, Gunung Puntang di Bandung, Gunung Cipelang di Sukabumi. Dan yang bukan gunung biasa yaitu Gunung Semeru, atap tertinggi Pulau Jawa. Yang aku dan teman-teman harus latihan fisik sebelum menjajal Semeru. Semakin suatu gunung punya tingkat kesulitan yang semakin tinggi, jangan khawatir akan kerja keras dan keringat untuk mencapainya, kita akan dimanjakan dengan landscape yang beragam. Keindahan di Ketinggian tidak pernah bohong, Buktikan d !!! ;) 

Senin, 10 Maret 2014

Los Angeles : Hello Hollywood !!!

Post kali ini adalah post dan cerita hari terakhir di Benua Amerika. Terbengkalai dan tertimbun cerita lain yang lebih excited untuk diceritakan karena masih hangat-hangatnya hehe. Anyway, 10 hari di negeri orang ternyata berasa juga kangennya ama negara sendiri. Pagi ini kami sudah langsung check out dari Hotel.  Sisa waktu di hari ini kami masih punya beberapa agenda yang cukup padat. Tujuan pertama kami hari ini yaitu Hollywood Sign di Hollywood Hill. Tulisan gede bertuliskan "HOLLYWOOD" bertengger setinggi 14 meter sudah kelihatan di kejauhan pada waktu kami masih di downtown. Melihat lebih dekat, setidaknya bisa berada di bukitnya itu yang ingin kami lakukan :) Ya donk, Hollywood Sign kebanyakan orang juga familiar, salah satu Famous Landmark nya Los Angeles. 

Untuk mencapai Hollywood Sign ini, kami sungguh sangat terbantukan oleh GPS yang sangat akurat menunjukkan direction kesana. Kalau ga, bisa nyasar-nyasar karena jalanannya berkelok-kelok dan penuh cabang. Menyusuri jalanan typical perbukitan ditemani rumah-rumah yang ternyata neighborhood sini adalah pemukiman elite. Rumah-rumah nya juga terlihat nyaman banget, dengan kebanyakan taman berumput di depan rumah. Kebanyakan rumahnya beratap rendah lho, mungkin karena daerah perbukitan yang notabene sudah sejuk kali. Lingkungan nya juga sangat terawat. 

Minggu, 16 Februari 2014

Amazing Trip Part #5 : Pesona Bromo lainnya : Bukit Teletubbies, Pasir Berbisik dan Air Terjun Madakaripura

27 Oct 13, Padang Savana di Bromo
Ooh ga nyangka juga bisa cerita trip Jawa Timur ini sampai part ke 5. Entah memang banyak yang bisa diceritakan atau lagi bawel ;) Ibaratnya skripsi, Part 5 ini sebagai part penutup, yang ga kalah seru untuk diceritakan. Anyway, setelah turun dari Kawah Bromo, kami masih lanjut menyusuri lautan pasir dan mengarah ke perbukitan yang ada di punggung Gunung Bromo.

Sopir jeep dengan tangguh menyesuaikan setiran kiri dan kanan. Kadang kami berpapasan dengan beberapa motor yang sedang kepayahan, terjebak dalam jalanan pasir yang agak lembut, ban jadi slip membuat motor harus dituntun. Pemandangan perbukitan dengan tebing-tebing hijau hampir tegak lurus di sebelah kiri kami dan padang savana yang luas memberi nikmat penglihatan. Lembah yang Indah. Ga heran kalau Padang Savana Gunung Bromo sering dijadikan lokasi syuting FTV. 

Kamis, 23 Januari 2014

Amazing Trip Part #4 : Bromo, Sang Magis Yang Memberi Kehidupan



27 October 2013 - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Siapa yang tidak kenal Gunung Bromo? Pasti tau donk ya. Apalagi buat para traveler, Gunung Bromo sudah pasti masuk dalam bucket list yang kudu harus didatangi. Pamornya ga hanya di dalam negeri tapi juga terkenal di kalangan backpacker dan wisatawan asing. Buatku sendiri, perjalanan ke Bromo ini bukan pertama kalinya. Ini adalah kedatangan kedua yang tiba-tiba aja masuk dalam Itinerary trip Jawa Timur. 

Masih ingat dulu, betapa exciting nya waktu itu bisa melihat sunrise langsung dari Gunung Pananjakan. Bukan masalah sunrise-nya, toh kita bisa melihat matahari terbit darimana aja, tapi soal view yang ada di depan mata ketika bumi sedikit demi sedikit terpapar cahaya mentari. Speechless, Awesome, Super Cool. Lukisan pagi yang indah dari Sang Mahakarya. 

Gunung Bromo dengan kepulan asapnya dari dalam kawah yang masih aktif, Gunung Semeru dengan angkuh berdiri sebagai Atap tertinggi di Tanah Jawa yang juga dengan asap vulkanik yang keluar tiap 15 menit sekali. Gunung Batok yang terdiam tanpa aktifitas, menjadi saksi bisu hilir mudiknya jeep-jeep yang melewati Lautan Pasir. Dan kabut yang masih asyik menyelimuti perbukitan di sekitar Bromo dan desa Cemoro Lawang yang terdekat.  Semua menyatu dalam sebuah bingkai harmoni alam yang menyihir setiap mata yang memandang. 

Senin, 30 Desember 2013

Amazing Trip Part #3 : Jember, Pesisir Selatan Yang Tidak Kalah Indah

Baru hari kedua dan Jember akan menjadi kota ketiga yang kami singgahi. Perjalanan yang sarat dengan schedule padat dan destinasi yang berpindah-pindah kota yak :) dan aku pun udah kangen sama empuknya kasur secara semalam langsung trekking ke Kawah Ijen. Kadang kalau lagi liburan ala backpacker gini, malah sering nya jadi kurang tidur. Hebatnya, walau kurang tidur tapi tubuh cepat banget belajar menyesuaikan keadaan untuk tetap ON biarpun sedang diforsir. Mungkin karena tubuh berhasil ditipu oleh hati dan pikiran yang lagi Happy.

Dari omongan dan keinginan iseng beberapa teman-teman, akhirnya terjadi kesepakatan akan sekalian mampir ke Bromo dulu baru kemudian kami balik ke Surabaya. Yang artinya juga malam ini hanya bisa tidur sebentar di Jember dan jam 2 pagi akan lanjut lagi ke Bromo... Gila benar, padat total setotal totalnya liburan kali ini hahaha...Kata temanku yang lain, ini lagi liburan apa lagi di plonco ya.

Anyway, Jember termasuk kota kecil, kira-kira 3.5 jam kalau dari Paltuding, Banyuwangi menuju arah Selatan. Apa yang dilalui dan bagaimana rupa suasana dalam perjalanan ke Jember tidak kunikmati, tidur lebih menggoda secara tubuh sudah capek sekali sehabis dari Kawah Ijen. Ketika terbangun sudah sampai di daerah kota. Walaupun akan bermalam di sini, kami tidak mencari penginapan. Kami menumpang di rumah sepupu salah satu teman yang jadi kepala suku di trip ini. Ngirit biaya banget yak ;)

Senin, 16 Desember 2013

Amazing Trip Part #2 : Kawah Ijen, Antara Kerasnya Hidup Para Penambang dan Keindahan Alam-nya

Tengah Malam, Paltuding Rest Point
Dinginnya angin pegunungan di ketinggian 1,850 mdpl langsung menusuk kulit ketika kami sampai di Paltuding rest point. dari Baluran langsung menuju kesini, membuat kami belum dalam persiapan diri untuk suasana pegunungan. Rencana yang tadinya kami ingin bermalam sekedar merebahkan tubuh sebentar yang sudah cukup lelah ini, harus urung niat karena penginapan di Paltuding sudah penuh. 

Menurut Pak Supir kalau mau bermalam bisa ke Homestay Arabika atau Catimur yang paling dekat dengan Paltuding, cuma kami ngeyel maunya menginap di Paltuding aja biar lebih dekat dengan Kawah Ijen. Padahal, Penginapan di Paltuding sendiri  terbatas, hanya ada 3 rumah namun bisa sharing kamar dipakai rame-rame. Jadi sudah resiko juga ga kebagian space lagi. 

Tengah malam begini Paltuding sudah lumayan ramai oleh para pendaki yang siap menjajal Kawah Ijen. Perlu trekking 3KM untuk mencapai ketinggian 2,368 mdpl dan siap-siap mata, hati dan pikiran akan dimanjakan oleh pemandangan mengesankan Kawah Ijen yang cukup populer ini. Ready ?!!!

Kami benaran hebat, uda kurang tidur tapi semangat tetap membara untuk langsung lanjut trekking jam 1 dini hari. Ada yang ingin kami kejar dengan bela-belain ga tidur dan niat sekali trekking pagi-pagi buta. Yup, fenomena Blue Fire alias Api Biru. Fenomena yang hanya ada 2 tempat di dunia, yaitu di Kawah Ijen dan satunya di Alaska. Blue Fire hanya bisa dilihat sebelum matahari terbit, setelah itu akan menghilang dan hanya menyisakan asap tebal seiring mulai terpapar oleh cahaya matahari. Jadi kali ini kesempatan ku untuk bisa melihat langsung Blue Fire muncul di sela-sela sumber belerang di dasar kawah. 

Jumat, 22 November 2013

Amazing Trip, Part #1 : Sejenak merasakan Afrika van Java, Taman Nasional Baluran


We are The Adventures :D

Jejak kaki pagi ini dimulai dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Petualangan kali ini bersama dengan 8 orang teman ku yang lain, sebagian sudah kenal karena teman sejalan waktu ke Tanjung Putus kemarin. Tidak susah untuk cepat membaur satu sama lain dalam group yang menurut ku jumlah yang pas untuk berpetualang bareng. Well, flight paling pagi Mandala Tiger Air otomatis tidak pake delay, membawa kami selama 1 jam mengudara menuju langit paling timur Pulau Jawa. Rencananya kami akan keliling di beberapa tempat di ujung pulau Jawa ini.

Walaupun kurang tidur karena pagi-pagi subuh sudah bangun, tetap aja aku bukan pejalan yang gampang tidur dalam perjalanan hiks :( Kebiasaan yang tidak menguntungkan sebagai seorang backpacker ;) . Enak banget kalau liet temanku yang lain dengan cepat bisa tidur dalam pesawat, mobil bahkan bis. Cuma, kadang memang terlalu sayang tidur selama sedang mengudara di atas tanah Jawa. Aku suka menikmati landscape Pulau Jawa dari atas. Rangkaian gunung berapi mencuat gagah keluar dari selimutan awan-awan, bersanding satu sama lain seperti saling menyambung dari Barat ke Timur. 

Memang, Indonesia masuk dalam Ring of Fire Gunung berapi yang paling aktif di dunia, bertebaran dari Tanah Sumatra sampai dengan Tanah Sulawesi dan Maluku di Indonesia bagian Timur seperti membentuk busur bumi. That's why negara kita ini subur dan kaya akan keragaman hayati dan sumber daya mineral *LoL, jadi melenceng ke pelajaran Geografi hahaha :D :P Intermezzo ya. 

Jumat, 11 Oktober 2013

Los Angeles : Tak Pernah Ku Bermimpi Sampai di Kota Film Terkenal ini


Hello Los Angeles..........


Akhirnya sampai juga pada kota terakhir dari rangkaian kota yang direncanakan dalam business trip ini :) Yes, Los Angeles, Hollywood city, kota para bintang film dunia. Los Angeles sebagai exit port kami untuk balik ke Jakarta, karena EVA Air tidak ada direct flight dari Las Vegas ke Jakarta. Jadi pilihannya antara balik dari San Fransisco lagi atau lewat Los Angeles, tentu kami pilih lewat Los Angeles hahaha, kapan lagi bisa mampir sana *ga mau rugi.

Kami menggunakan jalan darat alias pake mobil dari Las Vegas menuju Los Angeles, take time sekitar 5 jam lebih. Berhubung juga mobil sewaan dari LV akan kami kembalikan di bandara Los Angeles. 

Scenic gurun menemani sepanjang perjalanan, rasanya seperti mengulang perjalanan pada waktu menuju Arizona. Cuma bedanya tidak ditemani dengan suasana bersalju. Yup, Los Angeles sama dengan San Fransisco ada di pesisir barat benua Amerika, sehingga musim dingin nya tidak sampai bersalju. Nah, kali ini ada beberapa kelihatan kaktus gurun yang typicalnya gede-gede, yang tadinya ga nemu sama sekali waktu di Arizona. 

Selasa, 17 September 2013

Trip Tanjung Putus : Perjalanan Panjang itu Terbayarkan Juga


No Pain No Gain, mungkin kata-kata yang cocok melukiskan perjalananku bareng dengan 24 teman lain dalam rombongan ini. Tujuan kami yaitu suatu pulau di antah berantah provinsi Lampung :D Yup, Pulau Tanjung Putus. Mungkin bagi para traveller belum terlalu familiar sama pulau ini, sama juga denganku ga pernah denger sebelumnya. Baguslah, biasanya semakin kurang dikenal, kondisi alamnya masih terjaga.

Perjalanan ampun-ampunan jauhnya, terbosan-bosan dari perjalanan darat, lanjut laut, darat lagi dan terakhir harus nyebrang laut lagi. Dari start jam 10 malam sampe baru menginjakan kaki di pulaunya hampir jam 12 siang hahaha….Kebayangkan jauhnya. Tapi begitu kami sampai di pulau nya dan melihat suguhan pemandangan pantai dan laut dengan background sederetan bukit khas landscape Lampung serta jernihnya air laut di depan kami, aku bisa bilang perjalanan ini terbayarkan dan worth it ku jalani.

Mari menyimak detail perjalanan panjang kami ya :D
Meeting point kami di dunkin donut Slipi Jaya Mal jam 10 Jumat malam. Kebanyakan teman baru kenal, dan mereka para pejalan juga..Asyikk, nambah teman traveller yang nanti mungkin bisa pergi bareng lagi. kami akan semalaman ada di perjalanan dan besok pagi langsung siap melaut dan snorkeling. Kelihatannya perjalanan yang menjanjikan penderitaan haha..

Sabtu, 17 Agustus 2013

Pengalaman Punya Baby dan Jadi Mommy Newbie


Hehehe...My Baby Girl...lagi diisengin bergaya preman haha :p
Waktu tuh cepat banget ya, ga tau-tau aku uda jadi mama uda berjalan 1 tahun. Ehm…banyak hal baru tentunya yang kualami. Yang paling significant pastinya kurang tidur hahaha…Tapi diluar itu, berjuta kebahagiaan yang hadir. 

Aku mama yang beruntung, baby ku typical baby anteng, hampir tidak pernah nangis yang ga jelas. Maklum, momok buat mommy newbie seperti aku ini yaitu ga ngerti apa maunya baby, takut dia lagi kesakitan tapi kitanya kurang sensitif, mana bahasa nya cuma tangisan, merengek dan melongo. 

Masih ingat masa-masa masih banyak begadang, apalagi bulan-bulan awal. Udah gitu, bulan pertama aku masih pegang sendiri, belum ada suster tapi untung masih ada mertua yang bantuin. 
Untungnya aku lumayan cekatan dan cepat beradaptasi *memuji dan bangga ama diri sendiri nih ceritanya hahaha..

Ya donk, dari awal aku uda bisa mandiin baby ku sendiri tiap pagi, diajarin mertua 2-3 kali abis itu aku harus mandiri sendiri. Pastinya untuk semua hal baru awalnya kagok, apalagi ini baby nan mungil haha tapi lucuu lihat setiap gerakannya..Aku emang dari dulu suka anak kecil, nah jadi berasa happy kan uda punya baby sendiri bisa dimainin, dijailin, dan disayang. 

Senin, 29 Juli 2013

Las Vegas : Welcome to Sin City


Salah satu Hotel dan Resort Mewah di Las Vegas
Las Vegas adalah tujuan yang sebenarnya dari rangkaian perjalanan yang dilakukan dalam business trip ini. Acara LanDesk Interchange 2011 hari pertama full day seminar. Acara pembuka seperti biasa yaitu para Executive memaparkan inovasi yang telah diciptakan. Acaranya dihadiri partner-partner dari seluruh dunia, mostly bule-bule. Dan kelihatannya hanya aku yang paling cilik dari yang hadir hehe… Saya suka terpesona dan mengagumi kepintaran dan inovasi para bule-bule, mereka fokus, dedicated dan talented. 

Overview sekilas aja, berhubung rejeki aku bisa sampe ke Amerika karena produk ini, ga ada salahnya aku share sedikit mengenai positioning product ini. Fokus utama nya di area System Life Cycle, salah satu yang sangat strong dan sudah proven dipakai di market Indonesia yaitu LanDesk Management Suite dan LanDesk Security Suite. Lebih  mudahnya feature-feature yang tercover bisa lihat dalam gambar dibawah ini. Inti dari solusinya yaitu menjadikan IT mudah untuk memanage banyaknya desktop yang dimiliki baik dari sisi inventory maupun dari sisi keamanan nya. 

Sabtu, 15 Juni 2013

Bukit Gantole : Mencoba terbang dengan Paralayang


Bermula dari rasa ingin mencoba apa rasanya terbang di ketinggian tertentu dan hanya temanan sama angin diatas, pasti sesuatu yang sangat excited dan menantang. Sudah lama ingin mencoba tapi terlupakan, dan akhirnya keinginan itu kuat muncul lagi ketika melewati Puncak pada saat kantor ku sedang Kick Off Meeting di daerah sana. Terlihat beberapa parasut warna warni menarik hati terbang di atas langit-langit Puncak...ehm langsung bergumam dalam hati "gua pengen cobain yang namanya Paralayang itu segera, pasti sensasinya luar biasa" 

Well, langsung memantapkan hati bahwa tahun ini harus terealisasi dan aku tau sapa aja kandidat teman-teman yang bisa diajak gila bareng mencoba olahraga yang dibilang mayan beresiko bahaya ini :D 

Di jaman yang super canggih saat ini, informasi segera bisa didapatkan. Om Google bilang lokasi terbang Paralayang ada di Bukit Gantole, Puncak - Jawa Barat. Salah satu instruktur nya yaitu Pak Nixon Ray yang ternyata adalah owner dari Fly Indonesia Paragliding (http://www.indonesia-paragliding.com/) yang merupakan operator Paralayang di Puncak. Pengalamannya udah banyak bahkan terbang di Alpen Europe dan Himalaya..Cool ya.  Nomor yang bisa dihubungi : 0857 17951289

Senin, 03 Juni 2013

Arizona : Perjalanan ke Grand Canyon dan Hoover Dam



Sepertinya semalam daerah Arizona diguyur hujan salju yang lumayan gede. Gimana ga, pas pagi-pagi ke mobil, kaca depan sudah penuh dengan "es serut". Tinggal dikasih sirup merah, kolang kaling dan teman-temannya jadi d es teler murni dari alam haha :p Udah gitu kekoyolan kami yaitu menyiram air ke kaca mobil dengan maksud biar es nya turun..tapi kami salah kaprah, malahan airnya langsung jadi es dan bikin kami ada kerjaan ngikisin es yang jadi keras itu hahaa..

Anyway, lagi dingin-dingin bersalju gini enaknya makan yang hangat-hangat pastinya kan..Kalau Popmie gimana? Haha yes, itu yang jadi sarapan kami. rasanya masih kurang wong porsi popmie cilik begitu tapi cukup terbalas rasa kangen sama makanan di Indo. Temanku niat benar bawain dari Jakarta. Selama di US kami stress dengan porsi makanannya, tiap makanan keluar langsung pegang perut "Sanggup ga ya ngabisinnya" :p Pantesan bule itu badannya gede-gede, makannya banyak. Mereka suka banget minuman bersoda karena itu minuman bersoda disana free refill ampe kembung.

Awalnya kami masih sok-sok an pesan untuk porsi sendiri tapi lama-lama pesan 2 porsi untuk bertiga uda cukup, mayan ngirit kan jadinya. Kocaknya lagi, kami bahagia sekali ketika lagi di perjalanan menuju Arizona menemukan restoran cepat saji chinese food "Panda" bahagia karena bisa makan nasi haha..typical indo banget ye rasanya ga klop kalo ga makan nasi. 

Selasa, 30 April 2013

Las Vegas - Arizona : Kejutan Dari Gurun Ketemunya Salju




Pagi ini sungguh terburu-buru apalagi kalau bukan mengejar pesawat pagi, heading to Las Vegas. Local flight yang kami pilih yaitu United Airlines. Harga tiket nya waktu itu (Nov 2011) USD 250.  Kalau banyak yang bilang bandara US itu ketat, yoi kali ini merasakannya. Kita mesti buka tas, dikeluarkan kalo itu laptop, jaket, topi, ikat pinggang dan yang paling heboh menurutku yaitu buka sepatu.  Kebayangkan kalau abis itu mesti cepat-cepat beresin barang-barang dan tergesa-gesa pake sepatu. 

Petugas imigrasinya sangar-sangar dan pasang tampang menyelidik gitu. Apalagi kalau lihat kita-kita non bule gini, wuih pasang tampang curiga seakan-akan kita datang dari Negeri Tirai Bambu dan siap jadi cewek penghibur di Las Vegas hahaha.        

Eh tapi serius lho, jadi loncat sedikit ceritanya gara-gara ngomongin soal cewek penghibur ini. Di Vegas kalau sudah sore hari banyak bapak-bapak yang bagiin kartu disepanjang jalan Las Vegas Strip.  Dan do you know apa gambar kartunya?? Haha disitu terpampang secara hot pose cewek penghibur naked nan cinclong include dengan nama dan nomor yang bisa dihubungi.  

Hanya bagian tertentu yang dikasih bintang-bintang sebagai sensor (tau donk bagian apa aja hihi)
Setiap aku dapat, aku langsung tak kasih ke customerku untuk dia pilih mana yang duplikat dan katanya mau bawa pulang buat kasih teman-teman sebagai ole2 wakaka *menarik juga ya. 

Landscape Las Vegas dari atas mostly gurun luas berbukit gersang dan warna coklat paling mendominasi. Las Vegas memang sudah masuk negara bagian Nevada yang terkenal dengan daerah gurunnya. Walaupun begitu ada kelihatan bukit keputih-putihan yang sepertinya tertutup salju..Woo Salju..cuma ga tau itu daerah mana. Ehm kelihatan ga jauh dari Las Vegas karena ga lama kami pun sudah mendarat.

Minggu, 31 Maret 2013

San Francisco : Beneran Kota Lesbian dan Gay Friendly :D


Hi, yang sedang nyasar di blog ini gara-gara judul diatas harap bersabar ya..ceritanya dibawah hahaa...Judulnya menarik kan? Penasaran? Hihihi...tunggu bentar..ceritanya belum kesitu dulu :D, yang pasti judul diatas punya bukti langsung fresh from the oven wakaka. 

Anyway, pagi ini tubuh sudah bersemangat, seakan-akan ga mau membuang waktu di hari terakhir kami di SF. Waktu singkat tapi maruk mau pergi ke banyak tempat :D Dari pengalaman kemarin, kami sudah fasih mapping jalanan dan pagi ini sambil menghirup udara sejuk SF kami berjalan kaki menuju daerah Rusian Hill. Enaknya ga jauh dari hotel kami.

Apa yang ingin kami lihat di Russian Hill? Daerahnya sih ga ada yang special tapi yang unik itu yaitu jalanan berliku-likunya, yang dinamakan dengan Lombard Street dan terkenal di dunia sebagai The Cookedest in the world (Jalanan paling berliku di dunia) Lombard Street bisa dilalui oleh mobil, tapi pastinya harus hati-hati, karena memang belokannya sangat ekstrem sekali dan jalan nya tidak begitu lebar. Hanya 1 jalur dari atas ke bawah (one way). 

Senin, 18 Maret 2013

San Francisco : Explore Downtown SF


Sign of Fisherman Wharf
Setelah excited dengan Golden Gate Bridge, kami menuju next excited destination yaitu Fisherman Wharf. Tempat ini paling populer didatangi turis, soalnya tempat ni sudah disulap dengan banyak resto, toko souvenir, shopping shop, chocolate shop dan hotel. 

Banyak aktifitas yang bisa dilakukan, kita bisa keliling dengan jalan kaki menyusuri semua areanya. Fisherman Wharf ini dulunya tempat persinggahan para pelaut Italia yang akhirnya menetap disisi utara kota San Francisco ini. Disini kita bisa menemukan banyak kapal layar lagi diparkir, kita juga bisa menyewa sekedar untuk berkeliling lautan dibawah Golden Gate Bridge sampai dengan singgah di Pulau Alcatraz. 

Selasa, 26 Februari 2013

San Francisco : Golden Gate, ada juga jejak ku disana :D


San Francisco....ehm..apa yang pertama kali langsung teringat ketika ngomongin San Francisco ? Salah satunya pasti Golden Gate kan. Yang lainnya mungkin tertuju pada Silicon Valley, daerah dimana Head Quater Raksasa IT di dunia ada disana. Sebut aja Google, Apple, Adobe, Youtube, Yahoo, Intel, Facebook, Ebay, Oracle, etc. Ok, perjalananku tidak sampai ke Silicon Valley, berharap next time kali ya *mengukir mimpi kembali :D 

Well, hari ini langkah kaki sudah pasti pertama kali tempat yang mau didatangi yaitu Golden Gate Bridge. Jembatan ini memang pamor sekali, katakan saja beberapa hollywood movie seperti Hulk, Rise of the planet of the Apes, The core, etc, ada scene nya diambil di jembatan ini. 

Sebelum mengarah kesana, kami tanya-tanya dulu sama receptionist hotel. Ternyata hotel tempat kami menginap ini sangat strategis, dekat kalau mau kemana-mana. Si receptionist dengan antusias dan ramah menjelaskan objek wisata yang bisa kami datangi dan juga yang lebih baik kami hindari. Hotelnya provide map juga.