Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

Chapter #3, Beautiful Rinjani : Day 2 - Duka Lara dan Nikmat Menuju Plawangan Sembalun

Hari ini akan menjadi hari penuh tantangan. Bukit Penyesalan yang sudah ku dengar jauh hari akan menjadi ujian berat untuk kaki ku. Namanya terdengar begitu sangar yak. Yupi, begitulah dia, udah bikin gentar para pendaki duluan. Apakah nantinya akan benar-benar membuat aku menyesal ketika sedang berada diantara 7 Bukit Penyesalan ini ? Mari disimak duka lara dan nikmat yang aku alami ya haha..

Dimulai dengan suasana pagi yang menyenangkan, nge teh biar tubuh lebih panas. Walaupun cerah tapi hawa dingin masih berjaga-jaga. Sarapan pagi ini spaghetti lagi, ehm quick cooking sih tapi kurang sehat juga ya keseringan Spaghetti. Agak kurang kreatif sebenernya Mas Fikri sebagai porter yang pengalaman menyajikan makanan untuk kami selama di gunung. Ya sudah lah ya apa mau dikata, JANGAN CEREWET PAN DI GUNUNG INI !! :)

Soal fisik, faktor umur memang ga bisa dikibuli. 2 teman cowok ku yang masih kepala 2 jalannya cepat banget. Kontras banget dengan aku, Yoan dan Happy yang sudah berkepala 3 *ahh ketauan d udah tuir nya hehe tapi early thirty lho yaaa hehe. Kami bertiga terlihat kepayahan, trek nya memang aduhai menyengsarakan teman..Sungguh-sungguh menguras tenaga. Menanjak terus ga ada ampun. Ditambah lagi mataharinya Indonesia Timur ini baru jam 7an aja udah kayak jam 12an sengatannya, jadi cepet capek. 

Untungnya nih, dikala kepala capek menatap kedepan trus menghadapi tanjakan demi tanjakan eh pas berbalik melirik ke belakang, ahh keren banget pemandangan nya. Padang Savana dari Pos 1 ke Pos 3 yang kami lewati kemarin terlihat indah bagaikan selimut ijo lereng pegunungan. Desa Sembalun yang dipeluk sama bukit-bukit disekitarnya pun memenuhi mata. Sedangkan di depan, ah Puncak Anjani gahar sekali tampangnya sambil memberi semangat bahwa aku semakin dekat. 

Rabu, 31 Desember 2014

Chapter #2, Beautiful Rinjani : Day 1 - Yang Bilang Padang Sembalun Itu Indah, Yess Ga Bohonggg


Hoamm...Selamat Pagi dari Desa Sembalun..Rasa excited berhasil mengalahkan rasa ngantuk pagi ini, tapi tetap aja kami ngaret hehe. Harusnya jam 4 pagi kami sudah mulai jalan, tapi akhirnya ngaret 1 jam. Kami berlima sudah dengan perlengkapan siap perang. Gaiter sudah terpasang rapi di kaki untuk menghalang pasir masuk ke sepatu atau binatang kecil yang bisa menyusup ke celana. Headlamp pun siap di kepala. 

Udara pagi begitu segar, hawa dingin masih menyergap tubuh. Kami mulai menyusuri melewati perkarangan penduduk dan perkebunan mereka. Tanah pun masih basah petanda tanah masih dilingkupi embun pagi. Sebentar saja kami sudah masuk area Padang. Di tengah kegelapan, langkah kaki harus benar-benar diperhatikan. Awas soalnya banyak ranjau kotoran kerbau :) Karena masih dekat dengan rumah penduduk, Padang ini adalah tempat bermain dan makan para kerbo. 

2 teman porter sudah jauh di depan, tinggal Mas Fikri yang sabar mengimbangi langkah imut kaki kami yang masih mencoba mencari ritme. Walaupun napas terengah-engah tapi karena udara fresh banget, jadi ga terlalu berat, recovery pun cepat. Mas Fikri menunjuk ke sebuah dataran tinggi, di paling atas nya terlihat kelap kelip sinar terang seperti cahaya bintang. Ternyata sudah Gunung Rinjani, dan cahaya-cahaya itu adalah sinar senter para pendaki yang sedang summit attack. Woww…Aku semakin termotivasi. Aku berharap besok malam aku pun ada di salah satu pendaki di atas sana.  

Minggu, 26 Oktober 2014

Chapter #1, Beautiful Rinjani Trip : Awal Sebuah Perjalanan



Apakah mimpi mu sama dengan mimpiku ? Mungkin banyak yang tidak sama tapi mungkin ada beberapa yang sama. Bersyukurlah kalau kamu punya mimpi yang sama dengan ku. Sure..Tempat itu sungguh indah, menampilkan keindahan beragam yang menemani langkah berat kaki dan napasmu, tidak membiarkan hanya keluhan capek mu yang keluar tapi akan seimbang dengan decak kagum dan rasa syukur mu. 

Semakin tinggi semakin indah, dan semakin menggoda untuk ditaklukan. Coba tanya mereka yang sudah pernah mendaki banyak gunung di Indonesia, aku percaya Gunung Rinjani pasti ada di peringkat atas list gunung yang mau didaki dan akhirnya dikagumi. Aku salah satu pengagumnya jauh sebelum aku berhasil berdiri diatas Puncaknya. 

Rasa cinta yang sudah lama tumbuh walaupun belum pernah ketemu langsung ibaratnya hahaaha. 5 tahun yang lalu, tahun 2009 September, hampir saja mendaki Gunung ini, dimana tiket pesawat juga sudah jauh hari dibeli. Jodoh yang tertunda, rencana pendakian dibatalkan karena Gunung Barujari yang adalah anak Gunung Rinjani dan hidup di tengah-tengah Danau Segara Anak meletus dan aktif mengeluarkan lava pijar .  

Entah gimana permulaannya, ide mendaki Rinjani muncul kembali di akhir tahun 2013. Seperti Gayung Bersambut, ide gila ini diterima oleh teman seperjuanganku dalam bertraveling ria terutama urusan ke Gunung hahaha. Ternyata kami masih sama-sama penasaran dengan Rinjani ini, karena dulu waktu batal juga aku bareng dia hohoho. kami mulai mencari pasukan tambahan dan akhirnya total yang ikut dalam ekspedisi ini berlima, 2 cewek tangguh dan 3 cowok perkasa :D

Selasa, 09 September 2014

#3 Bali Ancient Village : Desa Cantik Itu Desa Penglipuran, Bangli

Siapa yang sering nonton FTV di SCTV ayo acung tangan ? Hehe, aku salah satunya juga, dulu pas masih jaman anak kostan. Pulang kerja ga ngapain-ngapain, ya nonton toh. Nah, paling seneng kalau lokasi syuting nya di Bali. Sambil nonton sambil bisa berkangen ria dan nostalgia jejak-jejak yang pernah ditinggalkan. Apalagi kalau pas lokasi nya adalah tempat yang pernah dikunjungi…Haduh, bisa sambil nonton sambil cerita ke sepupu 1 kamar gimana suasana disana, bagaimana perjuangan aku dulu nyampe kesananya. Soalnya, pertama kali ke Bali berdua sama teman kostan, kami bergaya backpacker banget. Demi target jangan sampe melewati budget yang sudah kami patok, kebanyakan transportasi yang kami pake adalah motor haha. 

Pencapaian terbesar dengan motor yang sampai sekarang paling berkesan buatku ketika perjalanan kami dari Kuta ke Danau Batur, yang sudah masuk daerah Kintamani nan jauh di utara Bali sana. Pake mobil aja berasa jauhnya, apalagi naik motor. Tapi seru banget. Bisa berkeliling naik motor ke Bali apalagi ke arah Bali utara melewati Ubud dan sekitarnya memang salah satu impian yang ingin aku lakukan. Karena itu ketika kesampean, perjalanan itu yang paling mengesankan, selain memang panorama di sekitar Danau Batur juga keren. Bahkan dulu kami sampe nyebrang ke desa Trunyan. Ahh..jadi kebawa nostalgia panjang kan hehehe. Sepertinya tar perlu nulis cerita pertama kali ke Bali dalam tulisan terpisah :) Pasti bakal bawel banget haha, pengalaman yang seru dengan banyak tempat yang berhasil didatangi, apalagi dengan total 10 hari ngebolang di Bali dan sampai ke Pulau Lombok juga. 

Ok, kembali ke pertanyaan FTV tadi. Nah, kalau sering nonton FTV yang lokasinya pas di Bali, kadang sering syutingnya di sebuah desa cantik yang rapi, tenang, dan tidak ada kendaraan bermotor satupun yang lewat. Akupun dibuat penasaran dimana desa itu, begitu eksklusif sekali. Ternyata Desa cantik itu bernama Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, masih satu Kabupaten dengan Danau Batur. 

Minggu, 31 Agustus 2014

#2 Bali Beach Club : Akhirnya Kesampean Juga Rock Bar dan Bonusnya W Retreat and Spa

Hari ke 3 Business Trip di Bali, aku dan teman ku memanfaatkan waktu menuju Rock Bar, salah satu Bar yang tentunya terkenal. Nama Rock Bar sudah aku dengar dari tahun 2011, pas di tahun itu aku lagi prewed di Bali *nostalgia haha :p. Cuma karena keterbatasan waktu, jadi ga bisa menyelipkan schedule kesana. Bahkan pas akhir tahun 2011 menyambut New Year Eve aku berkesempatan ke Pulau Dewata lagi tapi tetap saja belum berjodoh ke Rock Bar. 

Rock Bar adalah bagian dari Ayana Resort and Spa, salah satu Luxury Hotel dengan beberapa penghargaan berkelas International. Yang paling anyar, di tahun 2013 menyandang World's Best Hotel dari Travel + Leisure, International Magazine yang base nya di New York. Banyak keistimewaan dari Ayana, mulai dari lokasinya yang berada di ujung Jimbaran Bay yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, menjanjikan view yang berbeda dan istimewa, dengan private beach berlaut biru tosca dan berpasir putih bersih.     

Relakan kocek sebesar $ 450/night atau sekitar 5 juta untuk 1 malam saja *WoW!, Itupun harga kamar yang paling murahh lho. Tapi jangan khawatir, dengan duit segitu bayangkan mewah nya fasilitas Ayana yang akan memanjakan Anda, pastinya akan membuat Anda malas untuk berpergian ke tempat lain. Dengan luas 90 Hektar di Selatan Bali ini, ga hanya menginap di kamar hotel yang bisa dipilih, tapi Ayana juga menyediakan 78 private villa yang tentunya punya private swimming pool juga. Jadi kalau suasana romantis yang dirasakan tidak mau Anda bagikan dengan tamu lain, tinggal di villa-villa yang lokasinya tepat ditepi bukit di depan Samudera Hindia adalah pilihan yang paling tepat dan super romantis :)  

Rabu, 23 Juli 2014

#1 Bali Beach Club : Mencoba Potato Head, Motel Mexicola dan Ku De Ta

Enjoy life at Potato Head, Bali..
Siapa yang sanggup menyangkal kalau Indonesia beruntung punya Bali. Ga jarang juga kita dengar kalau bule-bule di luar negeri sana lebih sering mendengar Bali daripada Indonesia sendiri. Lebih gila nya mereka ga tau kalau Bali itu di Indonesia atau ada yang nyeletuk "Indonesia, Where is Position in Bali ? " Ekstrem memang tapi itulah kenyataannya.

Berasa ga kalau pas nyampe di Bali itu perasaan nya berbeda sekali ? Harum wewangian yang berasal dari sesajen yang diletakkan di berbagai sudut semerbak kuat ditangkap penciuman serta alunan musik nya yang khas memberi kesan "Welcome" yang berbeda. Rasanya tulang ngerti banget bahwa disini tempat untuk bersantai dan liburan walaupun datang ke Bali untuk urusan kerja sekalipun hehehe. 

Sampai saat ini dari pertama kali ke Bali tahun 2009 aku sudah berkesempatan 5x ke Pulau Dewata ini. Bosan ?? Ga Pernah Bosan

Bali selalu punya banyak daya tarik yang rasanya tidak habis untuk di explore. Ada Pantai Baru yang dibuka, ada Cafe baru yang lagi Hits, atau ada resort baru yang punya konsep yang keren. Banyak lah, dan Bali itu sendiri kan luas. So far sudah 5x kesana pun aku belum pernah main ke Lovina, Tulamben ataupun Pura Besakih. Seringnya juga nginap di daerah Kuta, belum pernah merasakan menginap di Ubud yang dipengen udah dari lama tapi belum kesampean. Nah, berarti belum semua sempat di explore, yang berarti juga punya alasan juga untuk liburan ke Bali lagi hahaha. 

Well, kali ini mau share dan cerita tempat-tempat yang sempat aku datangi di sela business trip selama 4 malam di bulan Maret 2014 kemarin. Karena kebanyakan memanfaatkan waktu di malam hari, otomatis Beach Club yang jadi incaran tempat nangkring :) 

Minggu, 13 Juli 2014

Part #2 - Trip Gunung Papandayan, 21-23 Feb 2014 : Tegal Alun, Surga Edelweis nya Papandayan

Pagi yang indah, pegunungan disekitaran Pondok Seladah baru kelihatan bentuknya setelah kemarin disembunyikan kabut tebal. Bahkan bumbungan asap dari Kawah bisa kelihatan dari camp ground termasuk Hutan Matinya. Aktifitas pagi seperti layaknya dirumah, orang-orang mengarah ke sumber air, mencuci muka,  membasuh tangan dan kaki, mengosok gigi, mencuci piring bekas semalam dan mengambil air bersih untuk persiapan masak sarapan pagi ini. 

Disamping sumber air, di tengah rimbunan semak-semak dijadikan spot untuk buang air hoho. Yang repot kalau naik gunung itu memang urusan toilet management. Kurang minum bisa dehidrasi tapi banyak minum bikin repot keseringan pipis. Belum lagi kalau panggilan alam alias pengen pup, ini yang heboh persiapannya haha. 

Kebayang ga indahnya pup di alam bebas dan dikelilingi bunga Edelweis haha. Itu pengalamanku dulu pas lagi di Pos Kalimati, pos terakhir sebelum Mahameru. Cuma karena dekat Kalimati masih terlihat jejak Macan Kumbang, jadi pup nya sambil was-was takut pantat hilang tiba-tiba dicaplok Si Macan wakakakaka. Kalau di gunung, pup di alam bebas tidak bisa dihindari, kadang memang ada 1 atau 2 wc darurat dibuat dekat pos, tapi pasti joroknya bisa dibayangkan d. 

Kamis, 15 Mei 2014

Part #1 - Trip Gunung Papandayan, 21-23 Feb 2014 : Gunung yang Fotogenik, 2.665 mdpl

Gunung dan Laut, dua tempat yang sama-sama memikat dan memukau buat para penikmat pesonanya. Bagi pecinta alam, para petualang dan traveler biasanya punya jagoan masing-masing mana yang lebih mereka senangi, termasuk diriku sendiri. Aku pecinta gunung, belum berani bilang sebagai anak gunung. Kenapa rasa cinta lebih dominan ke Gunung? Ehm, yang jelas aku suka suasana yang meneduhkan, sejuk, tenang dan aku mengaguminya. Pergi ke gunung memang lebih beresiko ketimbang pergi ke pantai/laut. Kalau benar-benar anak gunung, harus punya pengetahuan dan ketrampilan khusus, pandai membaca arah dan peta, sampai harus siap untuk kondisi terburuk jika harus survive di tengah hutan. 

Perlu persiapan fisik yang baik, setidaknya tubuh dibiasakan dulu untuk kerja sedikit lebih keras. Naik gunung kan aktifitas menanjak dan menurun dengan menopang berat tubuh dan berat barang bawaan, jadi memerlukan fisik lebih ekstra fit dan kuat. Persenjataan yang kudu harus dibawa juga lumayan banyak seperti carielsleeping bag, matras, geiter, nesting untuk masak, tenda dan sepatu gunung. Karena agak rempong dan ditambah lebih beresiko, tidak mudah punya teman yang sejiwa dan sama-sama nekat. 

Sampai saat ini gunung yang pernah ku datangi juga masih kebanyakan typical gunung wisata, yang tidak harus begitu serius untuk persiapannya.  Seperti Gunung Krakatau, Gunung Galunggung, Gunung Bromo, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Sikunir di Dieng Wonosobo, Gunung Puntang di Bandung, Gunung Cipelang di Sukabumi. Dan yang bukan gunung biasa yaitu Gunung Semeru, atap tertinggi Pulau Jawa. Yang aku dan teman-teman harus latihan fisik sebelum menjajal Semeru. Semakin suatu gunung punya tingkat kesulitan yang semakin tinggi, jangan khawatir akan kerja keras dan keringat untuk mencapainya, kita akan dimanjakan dengan landscape yang beragam. Keindahan di Ketinggian tidak pernah bohong, Buktikan d !!! ;) 

Minggu, 16 Februari 2014

Amazing Trip Part #5 : Pesona Bromo lainnya : Bukit Teletubbies, Pasir Berbisik dan Air Terjun Madakaripura

27 Oct 13, Padang Savana di Bromo
Ooh ga nyangka juga bisa cerita trip Jawa Timur ini sampai part ke 5. Entah memang banyak yang bisa diceritakan atau lagi bawel ;) Ibaratnya skripsi, Part 5 ini sebagai part penutup, yang ga kalah seru untuk diceritakan. Anyway, setelah turun dari Kawah Bromo, kami masih lanjut menyusuri lautan pasir dan mengarah ke perbukitan yang ada di punggung Gunung Bromo.

Sopir jeep dengan tangguh menyesuaikan setiran kiri dan kanan. Kadang kami berpapasan dengan beberapa motor yang sedang kepayahan, terjebak dalam jalanan pasir yang agak lembut, ban jadi slip membuat motor harus dituntun. Pemandangan perbukitan dengan tebing-tebing hijau hampir tegak lurus di sebelah kiri kami dan padang savana yang luas memberi nikmat penglihatan. Lembah yang Indah. Ga heran kalau Padang Savana Gunung Bromo sering dijadikan lokasi syuting FTV. 

Kamis, 23 Januari 2014

Amazing Trip Part #4 : Bromo, Sang Magis Yang Memberi Kehidupan



27 October 2013 - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Siapa yang tidak kenal Gunung Bromo? Pasti tau donk ya. Apalagi buat para traveler, Gunung Bromo sudah pasti masuk dalam bucket list yang kudu harus didatangi. Pamornya ga hanya di dalam negeri tapi juga terkenal di kalangan backpacker dan wisatawan asing. Buatku sendiri, perjalanan ke Bromo ini bukan pertama kalinya. Ini adalah kedatangan kedua yang tiba-tiba aja masuk dalam Itinerary trip Jawa Timur. 

Masih ingat dulu, betapa exciting nya waktu itu bisa melihat sunrise langsung dari Gunung Pananjakan. Bukan masalah sunrise-nya, toh kita bisa melihat matahari terbit darimana aja, tapi soal view yang ada di depan mata ketika bumi sedikit demi sedikit terpapar cahaya mentari. Speechless, Awesome, Super Cool. Lukisan pagi yang indah dari Sang Mahakarya. 

Gunung Bromo dengan kepulan asapnya dari dalam kawah yang masih aktif, Gunung Semeru dengan angkuh berdiri sebagai Atap tertinggi di Tanah Jawa yang juga dengan asap vulkanik yang keluar tiap 15 menit sekali. Gunung Batok yang terdiam tanpa aktifitas, menjadi saksi bisu hilir mudiknya jeep-jeep yang melewati Lautan Pasir. Dan kabut yang masih asyik menyelimuti perbukitan di sekitar Bromo dan desa Cemoro Lawang yang terdekat.  Semua menyatu dalam sebuah bingkai harmoni alam yang menyihir setiap mata yang memandang. 

Senin, 30 Desember 2013

Amazing Trip Part #3 : Jember, Pesisir Selatan Yang Tidak Kalah Indah

Baru hari kedua dan Jember akan menjadi kota ketiga yang kami singgahi. Perjalanan yang sarat dengan schedule padat dan destinasi yang berpindah-pindah kota yak :) dan aku pun udah kangen sama empuknya kasur secara semalam langsung trekking ke Kawah Ijen. Kadang kalau lagi liburan ala backpacker gini, malah sering nya jadi kurang tidur. Hebatnya, walau kurang tidur tapi tubuh cepat banget belajar menyesuaikan keadaan untuk tetap ON biarpun sedang diforsir. Mungkin karena tubuh berhasil ditipu oleh hati dan pikiran yang lagi Happy.

Dari omongan dan keinginan iseng beberapa teman-teman, akhirnya terjadi kesepakatan akan sekalian mampir ke Bromo dulu baru kemudian kami balik ke Surabaya. Yang artinya juga malam ini hanya bisa tidur sebentar di Jember dan jam 2 pagi akan lanjut lagi ke Bromo... Gila benar, padat total setotal totalnya liburan kali ini hahaha...Kata temanku yang lain, ini lagi liburan apa lagi di plonco ya.

Anyway, Jember termasuk kota kecil, kira-kira 3.5 jam kalau dari Paltuding, Banyuwangi menuju arah Selatan. Apa yang dilalui dan bagaimana rupa suasana dalam perjalanan ke Jember tidak kunikmati, tidur lebih menggoda secara tubuh sudah capek sekali sehabis dari Kawah Ijen. Ketika terbangun sudah sampai di daerah kota. Walaupun akan bermalam di sini, kami tidak mencari penginapan. Kami menumpang di rumah sepupu salah satu teman yang jadi kepala suku di trip ini. Ngirit biaya banget yak ;)

Senin, 16 Desember 2013

Amazing Trip Part #2 : Kawah Ijen, Antara Kerasnya Hidup Para Penambang dan Keindahan Alam-nya

Tengah Malam, Paltuding Rest Point
Dinginnya angin pegunungan di ketinggian 1,850 mdpl langsung menusuk kulit ketika kami sampai di Paltuding rest point. dari Baluran langsung menuju kesini, membuat kami belum dalam persiapan diri untuk suasana pegunungan. Rencana yang tadinya kami ingin bermalam sekedar merebahkan tubuh sebentar yang sudah cukup lelah ini, harus urung niat karena penginapan di Paltuding sudah penuh. 

Menurut Pak Supir kalau mau bermalam bisa ke Homestay Arabika atau Catimur yang paling dekat dengan Paltuding, cuma kami ngeyel maunya menginap di Paltuding aja biar lebih dekat dengan Kawah Ijen. Padahal, Penginapan di Paltuding sendiri  terbatas, hanya ada 3 rumah namun bisa sharing kamar dipakai rame-rame. Jadi sudah resiko juga ga kebagian space lagi. 

Tengah malam begini Paltuding sudah lumayan ramai oleh para pendaki yang siap menjajal Kawah Ijen. Perlu trekking 3KM untuk mencapai ketinggian 2,368 mdpl dan siap-siap mata, hati dan pikiran akan dimanjakan oleh pemandangan mengesankan Kawah Ijen yang cukup populer ini. Ready ?!!!

Kami benaran hebat, uda kurang tidur tapi semangat tetap membara untuk langsung lanjut trekking jam 1 dini hari. Ada yang ingin kami kejar dengan bela-belain ga tidur dan niat sekali trekking pagi-pagi buta. Yup, fenomena Blue Fire alias Api Biru. Fenomena yang hanya ada 2 tempat di dunia, yaitu di Kawah Ijen dan satunya di Alaska. Blue Fire hanya bisa dilihat sebelum matahari terbit, setelah itu akan menghilang dan hanya menyisakan asap tebal seiring mulai terpapar oleh cahaya matahari. Jadi kali ini kesempatan ku untuk bisa melihat langsung Blue Fire muncul di sela-sela sumber belerang di dasar kawah. 

Jumat, 22 November 2013

Amazing Trip, Part #1 : Sejenak merasakan Afrika van Java, Taman Nasional Baluran


We are The Adventures :D

Jejak kaki pagi ini dimulai dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Petualangan kali ini bersama dengan 8 orang teman ku yang lain, sebagian sudah kenal karena teman sejalan waktu ke Tanjung Putus kemarin. Tidak susah untuk cepat membaur satu sama lain dalam group yang menurut ku jumlah yang pas untuk berpetualang bareng. Well, flight paling pagi Mandala Tiger Air otomatis tidak pake delay, membawa kami selama 1 jam mengudara menuju langit paling timur Pulau Jawa. Rencananya kami akan keliling di beberapa tempat di ujung pulau Jawa ini.

Walaupun kurang tidur karena pagi-pagi subuh sudah bangun, tetap aja aku bukan pejalan yang gampang tidur dalam perjalanan hiks :( Kebiasaan yang tidak menguntungkan sebagai seorang backpacker ;) . Enak banget kalau liet temanku yang lain dengan cepat bisa tidur dalam pesawat, mobil bahkan bis. Cuma, kadang memang terlalu sayang tidur selama sedang mengudara di atas tanah Jawa. Aku suka menikmati landscape Pulau Jawa dari atas. Rangkaian gunung berapi mencuat gagah keluar dari selimutan awan-awan, bersanding satu sama lain seperti saling menyambung dari Barat ke Timur. 

Memang, Indonesia masuk dalam Ring of Fire Gunung berapi yang paling aktif di dunia, bertebaran dari Tanah Sumatra sampai dengan Tanah Sulawesi dan Maluku di Indonesia bagian Timur seperti membentuk busur bumi. That's why negara kita ini subur dan kaya akan keragaman hayati dan sumber daya mineral *LoL, jadi melenceng ke pelajaran Geografi hahaha :D :P Intermezzo ya. 

Selasa, 17 September 2013

Trip Tanjung Putus : Perjalanan Panjang itu Terbayarkan Juga


No Pain No Gain, mungkin kata-kata yang cocok melukiskan perjalananku bareng dengan 24 teman lain dalam rombongan ini. Tujuan kami yaitu suatu pulau di antah berantah provinsi Lampung :D Yup, Pulau Tanjung Putus. Mungkin bagi para traveller belum terlalu familiar sama pulau ini, sama juga denganku ga pernah denger sebelumnya. Baguslah, biasanya semakin kurang dikenal, kondisi alamnya masih terjaga.

Perjalanan ampun-ampunan jauhnya, terbosan-bosan dari perjalanan darat, lanjut laut, darat lagi dan terakhir harus nyebrang laut lagi. Dari start jam 10 malam sampe baru menginjakan kaki di pulaunya hampir jam 12 siang hahaha….Kebayangkan jauhnya. Tapi begitu kami sampai di pulau nya dan melihat suguhan pemandangan pantai dan laut dengan background sederetan bukit khas landscape Lampung serta jernihnya air laut di depan kami, aku bisa bilang perjalanan ini terbayarkan dan worth it ku jalani.

Mari menyimak detail perjalanan panjang kami ya :D
Meeting point kami di dunkin donut Slipi Jaya Mal jam 10 Jumat malam. Kebanyakan teman baru kenal, dan mereka para pejalan juga..Asyikk, nambah teman traveller yang nanti mungkin bisa pergi bareng lagi. kami akan semalaman ada di perjalanan dan besok pagi langsung siap melaut dan snorkeling. Kelihatannya perjalanan yang menjanjikan penderitaan haha..

Jumat, 18 Januari 2013

Bangka : Pantai-Pantai Cantik dan Kuliner nya...

2011, Pantai Parai
Tadinya, tahun 2012 ini tahun yang paling bikin kangen sama kampung halaman karena belum bisa pulang kampung sama sekali. Sejak merantau 10 tahun di Ibukota nan sumpek ini, tidak pernah dalam kamus pribadi yang namanya tidak pulang kampung. Eits..tiba-tiba di penghujung tahun dan last minute sekali, dapat ilham kenapa ga pulang kampung aja liburan tahun baru 2013 ini. Kalau nunggu Imlek sepertinya terancam ga bisa pulang, harga tiketnya mahal ga karuan, bikin nyut-nyutan kepala belinya. Memang sih kendala nya sekarang karena aku lagi punya baby kecil belum juga genap 5 bulan tapi ahh nekat aja bawa pulang haha...dan syukurnya semua berjalan baik dan tidak ada masalah apa-apa.

Well, my home town is Bangka Island. Semenjak kuliah aja aku mulai berselingkuh dengan Jakarta :p, sebelumnya masa-masa kecil, remaja dan sampai SMA, aku habiskan ditanah Timah ini. Sekarang Bangka sudah jadi provinsi, bersanding tak terpisahkan dengan saudara pulaunya , Belitung, dengan nama gabungan menjadi Provinsi Bangka Belitung.

Kalau ditanya orang asal mana, dan jawab Bangka, mereka langsung hubungin dengan film Laskar Pelangi. Ehm..pada ga tau ya Bangka itu beda ama Belitung, Bangka ya Bangka, Belitung ya Belitung, berbeda pulau juga hehe *sewot mode on.

Kesamaan Bangka dan Belitung itu adalah pantai-pantai dengan batu granit nya yang berukuran raksasa dan sama-sama penghasil timah. Kalau lebih maju nya, lebih majuan Bangka karena Ibukotanya ada disitu yaitu Ibukota Pangkalpinang dan kota nya juga lebih rame dibandingkan Belitung. Aku juga sudah pernah ke Belitung jadi ya bisa membandingkan dengan lebih objective bukan hanya karena aku orang Bangka :) Semoga orang Belitung setuju ya..Haha..

Sabtu, 29 Desember 2012

Outing ke Sambolo Beach, Banten : 14-15 Des 2012

Namanya outing untuk kantorku bisa dbilang agak langka. Selama aku joint, khusus outing menginap itu belum pernah. Outing pulang hari terakhir juga sudah 2 tahun yang lalu, di sekitar Ciawi. Kebanyakan kalau sampe menginap acaranya seperti Kick Off Meeting tahunan, untuk sosialisasi program kerja, jadi acaranya serius bukan main-main.

Berhubung sudah 2 tahun dan akhir tahun ini tingkat suntuk sungguh tinggi, udah gitu memang lagi pada stres-stres nya karena kerjaan bejibun. Jadi sangat darurat perlu menghirup udara segar, melepas penat dan meningkatkan kebersamaan. Jadi diperjuangkan untuk secara bersama-sama bisa outing tapi yang akhirnya di approve hanya Team tempatku bernaung hohoho..jadi tidak secara keseluruhan company. Padahal pada sudah grasak grusuk girang bisa outing akhirnya tahun ini (menginap lagi), tapi mesti gigit jari lagi (buet yang lain)

Dipilihlah tanggal 14-15 Desember 2012 biar tidak kena orang-orang pada cuti Natal. Persiapan ga sampe 1 minggu, mepet karena dana juga baru di approve dan keluar. Segera dibuat panitia kecil utk ngurus booking sana sini, buat ide game, dan belanja door prize biar lebih semarak dan semangat :D


Senin, 03 Desember 2012

Pesona Yogyakarta - Part 3 : Finally Borobudur...dan Taman Sari

Hari ke 3 : Last day, Borobudur dan Taman Sari
 
Pagi ini excited donk...Tentu!! Kami semua udah dengan style biker dan siap mengarungi jalanan 45km pake motor sewaan. Balik lagi ke Magelang. Aku uda siap juga dengan kaos kaki dan sarung tangan biar ga gitu kepanasan, ternyata tepat juga terpikir bawa 2 benda itu dari Jakarta.
Perut perlu diisi dulu untuk bisa kompromi di jalanan yang notabene pasti panas, karena cuaca cerah. Sisi positif nya kami ga perlu ketakutan kehujanan . Soto ayam di pinggir jalan jadi pilihan sarapan kami.

Jalanan ke arah luar kota Yogya menuju Magelang lancar dan orang-orang bawaan nya pada ngebut semua, aku cuma ngeri sama bus-bus luar kota yang bawa nya gila, kalau keserempet langsung jadi tape ditempat haha. Suasana pedesaan sungguh terasa ketika sudah hampir sampai borobudur, jalanan nya ga begitu lebar dan ditemani sawah-sawah yang masih hijau. Kami melewati Candi Mendut, salah satu Candi Buddha juga. Sudah terlihat sedang persiapan perayaan Waisak yang jatuh di hari besok (20 Mei 2008)
Walaupun masih pagi, sudah kelihatan banyaknya pengunjung lain di pintu masuk Borobudur. Tahun 2008 tiket masuk candi masih 9 ribu, cukup murah kan.


Rabu, 21 November 2012

Pesona Yogyakarta - Part 2 : Prambanan dan Malioboro

Hari ke 2 : Prambanan dan Menyusuri Malioboro 

Kalo kemarin sewa mobil ke gunung kidul, hari ini akan full ngeteng alias angkot to angkot dan jalan sehat :p
Well, misi hari ini tengok-tengok bangunan bersejarah masa lalu jaman manusia masih asyik temenan sama jin dan sekutu-sekutunya :p Jaman Roro Jonggrang yang dongengnya masih diperdengarkan untuk anak-anak. Dan jaman dimana Hindu dan Buddha menguasai Nusantara. Sebelum menuju Candi Prambanan, kami menyusuri Universitas Gajah Mada (UGM) dulu. Univ ini luas sekali dengan beberapa gedung yang terpisah antar fakultas. 

Kompleks UGM terbilang rame jika hari minggu, banyak yang jualan makanan dengan gaya lesehan, kami aja udah termasuk kesiangan keliling disini jadi yang jualan udah pada abis. Akhirnya melipir ke rumah makan SGPC Bu Wiryo yang ternyata cukup famous juga nasi pecel nya :) yang makan rame dan tentu memang benar enak. 

Selasa, 06 November 2012

Pesona Yogyakarta - Part 1 : Pantai Gunung Kidul

Dari dulu kalo ngomongin soal Yogyakarta/Yogya aku selalu beragan-angan dan berharap someday bisa menjejakkan kaki ku disana. Yogya yang ada di kepala ku identik nya dengan Borobudur, yang pernah jadi salah satu dari 7 keajaiban dunia dan merupakan peninggalan / karya besar bangsa Indonesia dan kebanggaan umat Buddha karena menjadi Candi Buddha terbesar di dunia. 

Mungkin karena dulu pelajaran geografi seakan kurang menarik jadi aku salah besar haha, ternyata Borobudur bukan berada dalam territory nya Yogya, melainkan Magelang...dan pengen bangettt kesanaaa...padahal lagi-lagi waktu kuliah sering banget wacana ama genk "kampunesipune" mau kesana tapi wacana tinggal wacana, selalu hebohnya doank pas ngobrolin tapi kami ga pernah punya keberanian kesana sendiri :p

Akhirnya jodohku dengan salah satu teman kost yang baru ku kenal :) pas ngomongin mau liburan ke Yogya uhhh langsung nyamber aku mau ikutan haha..
Total dari kami ber 7 dengan domisili ada yang dari Yogya sendiri (pacarnya teman), Bandung, Surabaya dan Jakarta. Teman dari Jakarta ada 2 orang lagi yang ikut dan aku baru kenal di perjalanan ini. Semuanya asyik-asyik, kami cepat membaur dan langsung pada nyambung. Itulah namanya kalau traveling perasaan yang diliputi rasa happy mempermudah hal-hal lainnya karena we have a same passion. 

Rabu, 17 Oktober 2012

My first time be Backpacker

Pemeran utama perjalanan ini :)
Aku dulu seorang rider, dengan Yamaha New Vega R nan setia menemani selama 5 tahun melintasi setiap jalanan di Ibukota, sebelum akhirnya my Vega harus berpindah tangan alias dijual. Sejak kuliah cita-cita ku mau punya kendaraan sendiri, maklum waktu kuliah belum bisa menghasilkan duit sendiri, so keinginan untuk punya motor sendiri masih jauh dari angan-angan.. Mau minta ke orang tua ? Ga mungkin.. Kasihan mereka karena masih harus membiayai biaya kuliah termasuk biaya hidupku..
Well, akhirnya setelah aku kerja, itu bukan angan-angan lagi, karena di tahun 2007 aku berhasil membeli sebuah motor.

Nah mulai d ide-ide gila yang mau dilakukan. Dari sejak kuliah, setiap kali ikut teman-teman ke Puncak rasanya suatu saat pengen naek motor ke Puncak dari Jakarta hehe,nekat.com.
Pengen merasakan sejuknya suasana Puncak secara langsung menyentuh kulit, bisa langsung berhenti sesuka hati kalau sedang terpukau dengan deretan kebun teh nya..bisa dingin-dinginan dan nongkrong lebih lama sekedar menikmati jagung bakar dan teh manis hangat,  kalau ikut teman kan ga enak suruh berhenti-henti sesuka hati.

Chapter #3, Beautiful Rinjani : Day 2 - Duka Lara dan Nikmat Menuju Plawangan Sembalun

Hari ini akan menjadi hari penuh tantangan. Bukit Penyesalan yang sudah ku dengar jauh hari akan menjadi ujian berat untuk kaki ku. Na...