Pagi yang indah, pegunungan disekitaran Pondok
Seladah baru kelihatan bentuknya setelah kemarin disembunyikan kabut tebal.
Bahkan bumbungan asap dari Kawah bisa kelihatan dari camp ground termasuk Hutan
Matinya. Aktifitas pagi seperti layaknya dirumah, orang-orang mengarah ke
sumber air, mencuci muka, membasuh tangan dan kaki, mengosok gigi,
mencuci piring bekas semalam dan mengambil air bersih untuk persiapan masak
sarapan pagi ini.
Disamping sumber air, di tengah rimbunan semak-semak
dijadikan spot untuk buang air hoho. Yang repot kalau naik gunung itu memang
urusan toilet management. Kurang minum bisa dehidrasi tapi banyak minum bikin
repot keseringan pipis. Belum lagi kalau panggilan alam alias pengen pup, ini
yang heboh persiapannya haha.
Kebayang ga indahnya pup di alam bebas dan
dikelilingi bunga Edelweis haha. Itu pengalamanku dulu pas lagi di Pos
Kalimati, pos terakhir sebelum Mahameru. Cuma karena dekat Kalimati masih
terlihat jejak Macan Kumbang, jadi pup nya sambil was-was takut pantat hilang
tiba-tiba dicaplok Si Macan wakakakaka. Kalau di gunung, pup di alam bebas
tidak bisa dihindari, kadang memang ada 1 atau 2 wc darurat dibuat dekat pos,
tapi pasti joroknya bisa dibayangkan d.
