![]() |
Udara pagi begitu segar, hawa dingin masih menyergap
tubuh. Kami mulai menyusuri melewati perkarangan penduduk dan perkebunan
mereka. Tanah pun masih basah petanda tanah masih dilingkupi embun pagi.
Sebentar saja kami sudah masuk area Padang. Di tengah kegelapan, langkah kaki
harus benar-benar diperhatikan. Awas soalnya banyak ranjau kotoran kerbau :)
Karena masih dekat dengan rumah penduduk, Padang ini adalah tempat bermain dan
makan para kerbo.
2 teman porter sudah jauh di depan, tinggal Mas Fikri
yang sabar mengimbangi langkah imut kaki kami yang masih mencoba mencari ritme.
Walaupun napas terengah-engah tapi karena udara fresh banget, jadi ga terlalu
berat, recovery pun cepat. Mas Fikri menunjuk ke sebuah dataran tinggi, di
paling atas nya terlihat kelap kelip sinar terang seperti cahaya bintang.
Ternyata sudah Gunung Rinjani, dan cahaya-cahaya itu adalah sinar senter para
pendaki yang sedang summit attack. Woww…Aku semakin termotivasi. Aku berharap
besok malam aku pun ada di salah satu pendaki di atas sana.